Headlines News :
| |

Langsing Dengan Diet Aroma

Talinews.com, Belanda – Setiap orang pasti ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Selain beralasan enak dipandang dan mudah untuk disesuaikan dengan busana yang dikenakan, tubuh yang ideal juga dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Kippers, dengan aroma yang kuat, bisa menjadi salah satu makanan yang dapat digunakan untuk diet (Dok. Dailymail)
Agar memiliki bentuk tubuh yang indah atau untuk menjaga berat tubuh, biasanya dilakukan dengan cara diet. Seperti menahan diri untuk menyantap makanan, menghitung jumlah kalori yang dikonsumsi, dan menghindari jenis makanan tertentu. Tindakan diet ini tentunya membuat diri sendiri tersiksa.

Padahal, ada cara yang lebih mudah dalam melakukan diet, dengan hanya melalui aroma makanan yang akan disantap. Suatu penelitian dalam jurnal tentang aroma makanan dalam BioMed Central menunjukkan, aroma yang kuat akan membuat orang hanya menyantap sedikit makanan. Melalui aroma pula, jumlah porsi makanan akan dikontrol.

Bawang putih sebagai bumbu makanan memiliki aroma yang kuat dan khas.
Diet aroma ini didukung dengan tekstur dan jenis makanan kesukaan. Bila makanan berbentuk kecil dan membutuhkan aktivitas mengunyah yang lama, biasanya akan timbul sensasi rasa kenyang dan menolak untuk menyantap makanan itu kembali.

Pemisahan efek aroma dan makanan yang disantap dalam penelitian tersebut dilakukan dengan menyediakan makanan penutup seperti puding, yang disediakan langsung secara bersamaan dengan aroma masakan yang tajam di dekat hidung orang yang akan diteliti.

Menurut pimpinan penelitian, Dr Rene A de WIjk, hasil yang ditunjukkan adalah semakin tajam aroma masakan yang dihirup peserta, semakin sedikit makanan yang dikunyahnya.

"Mungkin sesuai dengan gagasan bahwa gigitan yang sedikit pada makanan berhubungan dengan sensasi aroma yang lebih rendah dari makanan tersebut, dan ada hubungan timbal balik secara tidak sadar antara aroma yang dihirup dan jumlah makanan yang dikunyah," urainya.

Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa memanipulasi aroma makanan dapat menyebabkan penurunan asupan makanan yang masuk ke mulut sekitar 5-10%. Penelitian terhadap aroma ini juga bertujuan untuk memahami aspek psikofisik, psikologis, aspek kimia dari aroma, yang melibatkan unsur khemetesis, tekstur, dan semua indera tubuh manusia. (art)

Posted by TaliNews on Minggu, 25 Maret 2012, 15.09. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response.!
IndoLowong
Support Us :
Comments
blog comments powered by Disqus