Headlines News :

Hebat, Robot Vaudeville Setinggi 3,66 Meter Dikontrol Pakai Smartphone dan Joy Stick

Talinews.com, Jepang – Inovasi baru dalam dunia robotik, tidak bisa berpaling dari peran Jepang di dalamnya. Para ahli robot di negeri sakura itu selalu memunculkan ide kreatif yang membuat banyak orang tercengang. Seperti robot setinggi 3,66 meter yang bisa dikendarai dengan mudah.

Robot Vaudeville (Gambar: Staticworld)
Anda pernah menonton film 'Iron Man'? Nah, robot seperti itulah yang sedang dicoba untuk dikembangkan oleh para ahli robot Jepang. Mereka membuat robot Vaudeville (disebut pula Kuratasu) setinggi 12 kaki atau 3,66 meter, dengan lima ton logam disekujur tubuh robot.

Vaudeville merupakan robot yang dikembangkan oleh Suidobashi Heavy Industry, perusahaan Jepang yang gemar membangun robot canggih
Menurut berita yang dilansir dari PcWorld, Senin (14/5), bagian serunya adalah Anda bisa masuk ke dalam tubuh robot, dan mengendarainya dengan alat kemudi khusus yang sudah terkoneksi dengan seluruh bagian tubuh robot.

Vaudeville merupakan robot yang dikembangkan oleh Suidobashi Heavy Industry, perusahaan Jepang yang gemar membangun robot canggih, yang didirikan oleh Kogoro Kurata, Wataru Yoshizaki, dan Yuke Kitani.

Tampilan robot Vaudeville ini tampak seperti anime Jepang, yang memiliki tubuh besar dan bagian kepala yang kecil, serta serangkaian platform mobile yang saling terhubungkan. Banyaknya tombol dan tuas dalam robot, pasti akan membuat Anda pusing melihatnya.

Padahal, robot ini bisa dinyalakan dan dijalankan dengan kontrol antarmuka menggunakan smartphone , yang menjalankan perangkat lunak V-SIDO. Selain itu, butuh satu set joystick yang digunakan untuk mengendalikan senjata. Robot Vaudeville juga menggunakan Microsoft Kinect head-tracking, untuk memutar batang tubuh dan kokpit.

Mau tahu seperti apa wujud robot Vaudeville ini? Berikut Talinews tampilkan videonya.


(art)

10.02 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Hebat, Burung Robot Bisa Mendarat Di Tangan

Talinews.com, Illionis – Hewan burung dikenal sangat gesit saat terbang di udara. Meski mengepakkan sayap dengan cepat dengan kelajuan tertentu, burung seakan memiliki radar yang bisa membuat mereka tidak bertabrakan satu sama lain saat terbang bersamaan.

Banyak orang yang menjadikan burung sebagai hewan peliharaan. Terutama, bila memiliki suara yang merdu dan tampilan yang indah menawan. Pemilik hewan biasanya tidak pernah jemu untuk melatih burung peliharaannya, untuk dilepas dan bertengger di tangannya.

Burung robot atau yang di sebut Robotic Bird Airplane (Gambar: Youtube)
Nah, bagaimana bila yang melakukan hal itu adalah burung yang terbuat dari robot? Mungkinkah terbang bebas dan hinggap tepat di tangan?

Ternyata sangat mungkin sekali. Hal ini dibuktikan oleh peneliti teknik penerbangan di Universitas Illionis, yang membuat burung robot sehingga bisa terbang dan mendarat dengan tepat di tangan.

Menurut berita yang dilansir dari Cnet, Jumat (4/5), para ilmuwan robotik tersebut didanai oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, untuk melakukan proyek penelitian membangun robot terbang yang kecil, dan dapat memiliki kesamaan yang tinggi seperti robot kontrol.

Peneliti yang terdiri atas Soon Jo Chung, Aditya Paranjape, dan Joseph Kim, menciptakan kendaraan udara mikro (MAV), yang bisa terbang dengan gesit di seluruh ruangan dan kemudian berhenti dengan tepat mendarat di tempat tertentu atau tangan seseorang.

Dalam suatu siaran pers, pihak universitas menyatakan bahwa karena sayap ornithopters, burung atau pesawat dengan sayap mengepak, secara inheren mampu menjadi reorientasi. Kemampuan ini dapat digunakan untuk mengendalikan dan manuver pesawat dalam fase meluncur, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk actuator tradisional tambahan. Meluncur adalah cara yang efektif untuk menghemat energi sambil melonjak, turun, dan mendarat.

Dalam abstrak akademik (PDF), Chung, Paranjape, dan Kim menulis bahwa pekerjaan mereka terinspirasi oleh pengembangan "bio-terinspirasi pesawat". Namun, bukannya mengikuti jalan tradisional dengan menggunakan serangga sebagai model, mereka memutuskan bahwa burung akan lebih baik untuk memulai.

Karena, burung dapat terbang dengan mengepakkan kedua sayap dan meluncur. Akibatnya, prinsip dari penelitian mereka adalah "manuver dan efisiensi kontrol penerbangan burung dapat direplikasi dengan menerapkan aktuasi mereka dan prinsip-prinsip kontrol untuk MAV canggih yang dirancang pada skala ukuran burung kecil."

Mau melihat seperti apa burung robot yang dikembangkan oleh ilmuwan Universitas Illionis? Berikut Talinews tampilkan rekaman videonya.


(art)

23.33 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Hugvie, Si Robot Bantal Telepon Bisa Dipeluk

Talinews.com, Jepang – Anda sedang galau dan sedang jauh dari orang-orang tercinta? Sepertinya robot Hugvie bisa menjadi teman Anda yang bisa menghalau perasaan galau. Karena, Hugvie bukan robot biasa.

Hugvie adalah robot bantal telepon yang bisa dipeluk dengan 'sedikit keajaiban' dari Anda. Robot Hugvie berasal dari Jepang. Robot ini memiliki detak jantung sendiri dan vibrator internal, yang disesuaikan dengan suara orang yang memanggilnya. Getaran pada robot akan menjadi lebih cepat dan kuat, tergantung pada pitch dan volume percakapan Anda.

Sepasang muda-mudi ini sedang sedang berbicara di telpon yang mereka peluk, Hugvie. (Gambar. Dailymail)
Menurut berita yang dilansir dari Dailymail, Senin (1/5), robot Hugvie dibuat untuk 'meningkatkan' percakapan teleon dengan orang-orang tercinta. Robot berharga £37 ini, memiliki kantong untuk menempatkan telepon seluler Anda, yang mengubah bantal robot itu menjadi 'Telenoid'.

Penemu robot Hugvie, Profesor Hiroshi Ishiguro dari Universitas Osaka, menyatakan bahwa produk baru buatannya ini akan menjadi trend di kalangan orang tua, untuk berkomunikasi dengan kerabat dan anak-anaknya yang menelepon.

Mungkin tampang Hugvie ini belum terlalu baik, namun ia dirancang dengan tujuan yang baik.
"Saat robot Hugvie diujicoba pada orang tua, mereka mendekap robot bantal dengan erat saat berbicara dengan orang tercinta di telepon. Telenoid ini bisa bergerak bila ada ponsel dan sangat lembut, bisa diemong seperti obyek yang menyerupai tubuh seseorang," ujar Ishiguro.

Ia menambahkan, robot Hugvie dapat digunakan oleh orang tua, kekasih, maupun oleh anak-anak. Rencananya, robot ini akan dikembangkan menjadi sebuah robot dengan internal frame.

Beberapa robot bantal Hugvie yang siap menunggu pemilik baru.
"Kita bisa membangun dalam banyak vibrator dan sensor khusus, sehingga ketika Anda memeluknya, robot ini juga akan bergerak serta. Sejauh ini, tidak ada sebuah robot yang benar-benar lembut. Jika kita membuat satu robot yang lebih kompleks, kita bisa menciptakan sesuatu yang benar-benar terasa seperti seseorang, saat Anda sedang memeluk bantal robot," terangnya

Ishiguro dikenal karena ciptaan androidnya yang seperti hidup. Seperti sebuah manekin robot kaku yang bisa menguap saat didekati pembeli di Tokyo departemen, dan membuat pembeli toko takut. Apalagi, robot android itu menampilkan lebih dari 60 ekspresi wajah yang bisa dibilang mengerikan.

Mau melihat bagaiman robot Hugvie ini bisa memeluk Anda saat sedang menelepon? Berikut Talinews tampilkan rekaman videonya.


(art)

07.12 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

10 Robot Paling Berpengaruh Dalam Sejarah

Talinews.com – Robot menjadi tolak ukur dalam kemajuan teknologi suatu negara. Tidak heran bila para ahli robot dari setiap negara, berlomba-lomba untuk membuat robot secanggih mungkin, yang bisa digunakan dalam segala bidang.

Peran robot dalam kehidupan bisa membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Seperti bisa digunakan dalam suatu penelitian di lokasi berbahaya yang sangat riskan bila dilakukan oleh manusia, hingga melakukan pekerjaan rumah.

Dunia robot dewasa ini selalu memberikan penemuan-penemuan baru yang sangat mencengangkan. Bahkan, para ilmuwan membuat robot yang disempurnakan dan hampir menyerupai tampilan manusia. Namun, tahukah Anda 10 robot yang paling berpengaruh dalam dunia teknologi? Berikut Talinews jabarkan satu persatu untuk Anda.

1. The Pigeon (Sekitar 350 SM)

Pasti Anda tidak mengira bahwa robot sudah lama ditemukan. Pertama kali ditemukan Archytas, seorang filsuf Yunani, astronom, matematikawan, dan negarawan. Ia membuat The Pigeon, suatu alat 'burung mekanis' yang terbuat dari kayu, yang didorong oleh uap air dan terbang hingga 200 meter. Ini menjadikan The Pigeon sebagai robot pertama yang pernah dibuat dan alat yang bisa terbang pertama.


2. Robot Ksatria Leonardo Da Vinci (1495)

Nama Leonardo Da Vinci pasti tidak asing lagi bagi Anda. Selain sebagai pelukis yang dikenal dengan karyanya yang brilliant, ternyata Leonardo ikut memberikan sumbangsih dalam dunia robot. Ia menciptakan robot ksatria yang dibuat dalam bentuk sketsa. Robot itu bisa berdiri, duduk, mengangkat pelindung kepala, dan menggerakkan tangan. Sketsa itu diwujudkan oleh para ilmuwan dengan membuat robot sesuai sketsa Leonardo.


3. The Duck (1738)

Jacques de Vaucanson menciptakan sejumlah robot otonom dimasanya. Namun, robot 'The Duck' adalah satu karyanya yang paling terkenal. Karena dibuat menggunakan mesin, dengan lebih 400 bagian yang berbeda. The Duck bisa mengepakkan sayap, makan, mencerna, dan buang air. Robot yang sangat mengesankan di zaman itu.


4. Remote Kontrol Perahu Tesla (1898)

Nikola Tesla memang penemu kumparan listrik yang diakui dunia. Namun, ia memiliki prestasi lain di bidang robot, yang ditemukan ketika ia sedang mencari cara untuk menunjukkan transmisi sistem nirkabel. Ia menempatkan perahu besi di dalam air di Madison Square Garden yang dikendalikan dengan remote dari jarak jauh.


5. The Unimate (1962)

Pada tahun 1960, peneliti banyak melakukan pengembangan lengan robot, tapi salah satu yang paling penting adalah 'Unimate Arm'. Ini adalah salah satu robot industripertama, dan dipasang pada jalur perakitan General Motors, yang akan mengurangi kemungkinan cedera dan kematian selama produksi. Unimate sekarang terdaftar di Aula Robot of Fame bersama R2-D2.


6. Shakey the Robot (1966)

Organisasi robot internasional menempatkan Shakey the Robot sebagai satu robot cerdas pertama yang dibuat. Shakey menunjukkan kemampuannya untuk berpikir dan kemudian bereaksi dengan menavigasi sendiri, mengubah dan mematikan lampu, membuka dan menutup pintu,dan mendorong benda-benda tertentu di sekitarnya. Sekarang robot ini dipajang di Museum Sejarah Komputer Mountain View.


7. Genghis (1989)

Robot ini memiliki enam kaki otonom yang dikembangkan oleh para ilmuwan Mobile Robots Group di laboratorium MIT. Genghis dibuat menggunakan empat microprosesor, 22 sensor, dan 12 fungsi servomotor.


8. NASA Mars Pathfinder dan Sojourner (1997)

Para ilmuwan NASA memiliki andil besar dalam pembuatan robot yang menkajubkan. Satu robot yang menonjol adalah robot yang digunakan dalam misi Mars, Pathfinder dan Sojourner.


9. Lego Mindstorms (1998)

Robot ini berisi perangkat lunak dan deprogram dengan perangkat keras. Mindstorms terinspirasi oleh buku Seymour Papert, dimana merekomendasikan teori matematika sederhana dalam pembuatan robot.


10. ASIMO (2000)

Robot keluaran Honda ini sangat humanoid. Bisa bergerak seperti manusia dan mampu melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh manusia. Honda mengumumkan bahwa Asimo merupakan mesin paling mengesankan dalam robotika. Hal ini dikarenakan Asimo dapat meniru manusia,menggunakan lengan, berbicara, mendengarkan, melihat, dan  mengenali orang atau benda.


(art)

02.27 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Ada Robot Pencuci Rambut, Lho

Perusahaan elektronik terkemuka asal Jepang mengujicoba sebuah robot yang bertugas mencuci rambut. Uji coba dilakukan di sebuah salon di Jepang bagian barat. (Foto: BBC)
Talinews.com, Jepang - Banyak wanita terbiasa memercayakan kebersihan rambut pada karyawan salon. Mulai dari mencuci, creambath, hingga spa.

Selain bersih, rambut jadi sehat dan indah tergerai. Tapi apakah para wanita akan memercayakan kebutuhan itu pada robot?

Perusahaan elektronik terkemuka asal Jepang mengujicoba sebuah robot yang bertugas mencuci rambut. Uji coba dilakukan di sebuah salon di Jepang bagian barat.

Mula-mula, robot akan memindai bentuk kepala. Robot lalu mengucurkan air dan shampo ke kepala pelanggannya. Ia lalu membersihkan dan memijat kepala pelanggannya. Robot ini merupakan keluaran dari perusahaan Panasonic, yang memunculkan teknologi terbarunya.

Panasonic berencana memasang robot itu di sejumlah salon di Jepang. Lalu, pihak Panasonic akan melempar terobosan itu ke pasaran di Negeri Matahari Terbit tersebut. (R2N)

21.28 | Posted in , , | Read More »

Please share :

The Hubos Grup Band Beranggotakan Robot

Talinews.com, Philadelphia – Peran manusia dalam memainkan alat musik dan bernyanyi sepertinya akan bersaing dengan para robot. Tanpa terdengar nada-nada yang meleset, para robot yang beraksi di panggung berkolaborasi memainkan lagu The Beatles berjudul 'Come Together'.

Dengan irama yang sempurna, empat robot HUBO dari Universitas Drexel memainkan lagu The Beatles "Come Together" (Dok. Dailymail)
Robot humanoid yang disebut HUBO+ mampu berjalan, menari, bermain alat musik dan bahkan menyanyi dengan bantuan synthesizer suara
Grup band yang semua personilnya robot itu bernama The Hubos. Mereka memainkan alat musik yang disebut 'Hubophones', yang terbuat dari pipa paralon panjang dan dirancang khusus untuk menghasilkan bunyi yang indah. Sedang satu personil The Hubos menjadi penabuh drum.

Robot humanoid yang disebut Hubo+ itu bernyanyi dengan bantuan synthesizer suara. Saat bernyanyi, akan muncul lirik atau pun ikon berupa gambar dari bagian wajahnya. Robot ini diciptakan oleh Matthew Prockup dari Universitas Drexel Philadelphia.

Sementara salah satu dari empat robot memainkan drum kit normal, tiga orang lainnya memainkan instrumen yang dirancang khusus yang disebut Hubophones yang terbuat dari bahan yang berbentuk pipa besar
Untuk membuat noise pada hobophones, robot memukul pipa dengan drumstick dimodifikasi secara khusus
Setiap robot memang telah diprogram untuk memainkan perannya dalam memukul alat musik, dan menghasilkan nada indah. Pengembangan dan pembuatan robot dilakukan oleh Korea Advanced Institute of Technology (KAIST).

Namun, lagu Beatles yang dimainkan oleh The Hubos diprogram oleh peneliti robotik Amerika yang ada di Universitas Drextel, yang juga memprogram robot agar bisa berjalan, lari, menari, dan melompat.

Bila tidak lirik lagu tidak berkedip, grafis yang khusus diciptakan akan muncul di layar biasanya digunakan sebagai wajah robot
Robot HUBO dirancang dan dikembangkan oleh Korea Advanced Institute of Technology tapi oleh para peneliti Amerika di Universitas Drexel diprogram untuk berjalan, berlari, menari dan melompat
"Saya berharap suatu hari nanti robot bisa menjadi hal yang umum di rumah," ujar Youngmoo Kim, profesor teknik elektro dan komputer, yang juga asisten dekan teknologi media di College of Engineering Drextel dan direktur laboratorium Music and Entertainment Technology (MET), seperti yang dilansir dari Dailymail, Kamis (5/4).

Setiap robot diprogram untuk memainkan perannya masing-masing, tidak dikontrol oleh manusia dan setiap suara dalam video itu dihasilkan oleh robot itu sendiri
Kim menambahkan bahwa robot telah merubah bidang manufaktur, tetapi robot-robot di pabrik tidak bisa melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Ini berbeda pada The Hubos yang bisa bermain musik laiknya manusia.

"Kami membayangkan sebuah dunia dimana robot dapat membantu orang-orang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Karena, robot saat ini dirancang untuk bisa menangani pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia," pungkas Kim.

Mau melihat aksi panggung The Hubos? Berikut Talinews tampilkan rekaman videonya.


(art)

21.45 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Robot Menari Dari Universitas Edinburgh

Profesor Sethy Vijayakamur dengan robot menari. (Gambar: Scotsman/Phil Wilkinson)
Talinews.com, Edinburgh – gerakan tubuh yang indah berupa tarian tidak hanya bisa dilakukan oleh manusia. Perkembangan teknologi robotik yang terus disempurnakan, membuat robot bisa menari dengan luwes sesuai dengan irama musik yang dimainkan.

Robot menari mungkin seperti tokoh karakter dalam sebuah film. Namun, robot menari bisa disaksikan langsung, terutama di Edinburgh International Science Festival. Pagelaran khusus untuk para ahli robotik ini, akan menampilkan seluruh jenis robot yang bisa bertindak sesuai perintah manusia.

Profesor Sethu Vijayakumar dari Sekolah Informatika Universitas Edinburgh, membuat robot menari dengan gerakan anggun dan kompak. Lima robot yang diciptakan Vijayakumar, bisa tampil dinamis dengan koreografi menarik mengikuti irama musik. Robot itu dinamakan EDINferno.

"Kami sedang mengembangkan robot yang menawarkan keandalan otomatisasi yang dikombinasikan dengan fleksibiltas dan kecanggihan," ujar Vijayakumar, seperti yang dilansir dari Scotsman, Rabu (3/4), sambil mendemonstrasikan robot menari.

Menurutnya, bukanlah hal yang mudah dalam menciptakan empat robot yang bisa bergerak bersama. Karena itu, ia menambahkan elemen robotika lain, dengan memanfaatkan kemajuan dalam pembelajaran mesin data bergerak.

Hasil penambahan elemen itu adalah, robot dapat lebih tepat dalam setiap gerakan satu sama lain, bisa bergerak lama, dan memberikan tontonan yang menginspirasi mengenai gerakan dan cara berpikir manusia.

Selain di Edinburgh International Science Festival, robot menari ini juga bisa disaksikan diacara InMotion Festival di Museum Nasional Skotlandia, pada 4 – 7 April 2012. (art)

23.05 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Robot Genggam Lakukan Bedah Kanker Prostat

Talinews.com, Inggris – Penderita kanker prostat asal Inggris, Stuart Ellis, menjalani bedah kanker prostat di Hill Hospital, Manchester, dengan bantuan robot genggam yang dinamai Kymerax precision, pekan lalu. Ia merupakan orang pertama yang menjadi pasien dalam bedah menggunakan robot. Robot Kymerax rencananya akan terus digunakan dalam bedah kanker prostat di bidang kedokteran.

Ilustrasi: Proses pembedahan (Dok. Ukwirednews.com)
Menurut berita yang dilansir dari BBC, robot itu sangat fleksibel di tangan para dokter yang membantu pembedahan. Robot itu membuat pembedahan menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan, yang memungkinkan jahitan lebih tepat untuk proses pemulihan yang lebih baik.

Robot Kymerax juga dapat digunakan dalam operasi ginekologi, urologi, dan pencernaan. Menurut ahli bedah urologi terkemuka di Inggris yang melakukan operasi, Neil Oakley, tim bedahnya sangat bersemangat melakukan bedah menggunakan teknologi baru itu.

"Suatu kehormatan bagi kami untuk menjadi yang pertama di Inggris untuk melakukan prostatektomi menggunakan perangkat ini. Ini fusi mempertahankan rasa dan sentuhan selama operasi, dengan robot artikulasi yang lebih besar yang membuatnya begitu istimewa," kata Oakley.

Ellis yang merupakan insinyur struktur bangunan, telah didiagnosa terserang kanker prostat oleh dokter. Menurutnya, penyakit yang sama juga dialami oleh ayahnya beberapa tahun lalu. Pesan sang ayah adalah harus sering melakukan pemeriksaan sesering mungkin bila terindikasi terkena kanker prostat.

Stuart Ellis, penderita kanker prostat yang jalani bedah menggunakan robot Kymerax (Dok. Bbcimg)
"Didiagnosa memiliki kanker bukanlah hal yang menyenangkan. Namun, bila dengan pengalaman pertama dibedah oleh robot ini bisa membuat pasien kanker mendatang mendapatkan perawatan yang lebih cepat, saya bangga menjadi bagian dari itu," ujar Ellis. (art)

23.21 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Bantal Robot Beruang Hilangkan Dengkur

Bantal robot model boneka beruang (Dok. Japantrends.com)
Talinews.com, Jepang - Selalu ada yang baru dari Negara Jepang dalam bidang teknologi. Inovasinya, terutama dalam dunia robotik, akan membuat semua kepala yang memandang tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya. Sekadar penasaran ataupun ingin mencoba sendiri seperti apa kehebatan robot tersebut.

Baru-baru ini Jepang mengadakan pameran inovasi robotik. Semua produk robot teranyar dipertontonkan untuk umum. Pameran robotik Internasional ke-19 (IREX) tersebut diikuti 270 perusahaan dan lembaga perancang robot, dan dilangsungkan di Tokyo International Exhibition Centre (Big Sight), Jepang.

Satu robot yang menarik minat banyak orang adalah robot bantal beruang. Bentuknya yang lucu mirip boneka kebanyakan, lengkap dengan bulu lembut nan halus. Hebatnya lagi, robot bantal beruang ini sangat menyehatkan. Pasalnya, robot ini dapat membantu manusia untuk tidak mendengkur saat tidur.

Kreator robot bantal beruang itu adalah Dr Kabe dari Universitas Wasaeda. Secara khusus, Jukusui-Kun (dalam bahasa Jepang berarti tidur lelap, nama yang diberikan untuk robot bantal beruang) diciptakan untuk para penderita apnea sindrom saat tidur.

Apnea sindrom merupakan orang-orang yang mengalami kesulitan pernafasan saat tidur. Lebih familiar dikenal dengan istilah mendengkur (ngorok) kronis. Di Jepang, penderita apnea sindrom berjumlah lebih dari 2 juta orang.

Cara kerja bantal robot dalam menghentikan dengkur, tidaklah rumit. Tangan penderita apnea sindrom ditempel dengan meteran pengukur oksigen pembuluh darah. Meteran tersebut akan menunjukkan data mengenai jumlah oksigen dalam darah, yang terhubung dengan terminal data yang dijalankan dengan program khusus.

Data yang dihasilkan berupa statistik vital dari si penderita. Sebagai kelengkapan pendukung dan mencegah penderita yang tidur lelap terganggu oleh kabel, tim Dr Kabe yang mengembangkan robot ini di laboratoriumnya, mendisain program secara nirkabel.

Tempat tidur penderita apnea sindrom dilengkapi dengan lembar konduktif di bawah seprai yang akan merespon aktivitas tubuh secara alami. Robot bantal beruang dilengkapi dengan mikrofon yang akan menganalisis tingkat desibel dengkuran.

Bila tingkat oksigen menurut dan menyebabkan aktifitas mendengkur tinggi yang biasanya disebabkan karena tidur tengkurap, tangan beruang pada bantal robot itu akan bergerak ke wajah penderita apnea sindrom yang mendengkur. Tangan beruang itu akan mengusap wajah dengan lembut, sehingga penderita apnea tersebut merubah posisi tidurnya ke posisi telentang.

Sepertinya sangat nyaman sekali. Robot bantal beruang yang empuk, bebas dari dengkuran, menjadikan tidur semakin lelap, dan sehat. Inovasi robotik Jepang memang patut diacungi jempol. (art)

00.20 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Ilmuwan Harvard Ciptakan Robot DNA Pembunuh Sel Kanker

Robot DNA
Talinews.com, Amerika – Sel kanker biasanya tidak disadari kehadirannya di dalam tubuh, akibat kurangnya kesadaran setiap orang untuk memeriksa kondisi kesehatannya secara rutin. Karenanya, penyakit ini menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang.

Penelitian terus dilakukan oleh para ilmuwan dalam mencari cara mengatasi penyakit kanker. Seperti penemuan terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan Universitas Harvard. Mereka menciptakan sebuah robot yang seluruhnya terbuat dari DNA, dan dapat diinstruksikan untuk mencari yang sakit di dalam tubuh. Robot DNA ini juga akan membasmi sel sakit dan bisa deprogram ulang.

Dalam jurnal Science dituliskan, robot dibangun oleh untaian rantai DNA menjadi bentuk yang terlihat kasar seperti kulit kerang. Para peneliti juga memprogram perangkat berukuran nano untuk membuka sel leukimia dan sel limfoma di piringan laboratorium. Perangkat ini dapat mengirimkan antibodi kekebalan tubuh, yang dapat menyebabkan sel yang rusak menghancurkan diri.

Menurut Shawn Douglas, peneliti di institut Wyss untuk rekayasa Biologi di Harvard, Boston, langkah selanjutnya adalah mengkaji sistem tersebut pada hewan agar robot DNA itu bisa tertanam dalam darah, dan menemukan sel kanker. Namun, teknologi ini belu siap untuk digunakan secara komersial.

"Dalam penyakit seperti kanker, kita bisa menemukan setiap sel tunggal terakhir dan membunuh atau memprogram ulang selnya, kita bisa menyembuhkan penyakit itu," katanya seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Ide ini didasarkan pada perilaku sel-sel kekebalan tubuh, yang mengenali virus atau penjajah lain dan menyerang mereka. DNA nano-robot, dengan kemampuan yang sama, berpotensi mengarah pada pengembangan jenis baru pengobatan kanker bertarget, yang hanya membunuh sel-sel abnormal. Robot DNA itu tidak bereproduksi. Mereka harus dibangun dalam proses yang telah memperoleh traksi, sejak gagasan nanoteknologi DNApertama kali diusulkan pada tahun 1982.

Setiap orang memiliki sel informasi genetik berupa materi DNA, yang berbentuk seperti tangga berputar. Pada dua sisi DNA yang disebut ujung lengket, memungkinkan terjadinya penggabungan dengan DNA lain. Hal inilah yang menjadi prinsip dasar dalam pembuatan robot DNA.

"Suatu hari nanti, robot DNA dapat digunakan untuk menemukan sel-sel yang menyerang kekebalan tubuh, dan memprogram ulang sel-sel tersebut," pungkas Douglas. (art)

04.13 | Posted in , , , , | Read More »

Please share :

Astronot Salaman Dengan Robot Di Luar Angkasa

Robot Humanoid (Dok. NASA)
Talinews.com, Amerika Serikat – Kejadian yang pertama kalinya terjadi di ruang angkasa ini bisa dikatakan langka, dimana Komandan Daniel Burbank dari NASA bersalaman dengan robot bernama Robonaut di Stasiun Internasional Luar Angkasa. Kejadian tersebut direkam oleh NASA dan videonya diunggah di Youtube pada Rabu (15/2).

"Itu adalah jabat tangan yang erat. Pekerjaan yang sangat bagus dan menakjubkan untuk pemrograman robot. Apa yang dilakukan oleh robot humanoid itu cukup mengesankan," tulis Burbank dalam situs resmi NASA, saat menyampaikan tanggapannya mengenai aksi tersebut, seperti yang dikutip Talinews dari CNET.

Uniknya, robot humanoid itu dikendalikan oleh para pengendali yang berada di bumi. Sehingga, gerakan yang dilakukan oleh Robonaut bukanlah gerakan independen. Saat aksi jabat tangan itu dilakukan, pesawat ruang angkasa itu terkoneksi dengan kantor pusat NASA.

Robonaut tidak hanya beraksi di angkasa luar. Ia juga muncul di dunia maya dan menghebohkan Twitter dengan akun @AstroRobonaut. Tanpa ragu, ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pengikutnya.
Misalnya, pertanyaan "Di manakah kaki Anda?" oleh seorang pengikut yang dijawabnya : "@luckydog99 tidak ada kaki. Mereka (ahli robotik) belum membuatnya di bumi,". Mau melihat aksi jabat tangan tersebut? Berikut Talinews sertakan cuplikan rekamannya.


(art)

22.29 | Posted in , , , , , , | Read More »

Please share :

Telesar V, Robot ‘Avatar’ Buatan Ilmuwan Jepang

Robot 'avatar' buatan ilmuwan robotik Jepang yang dinamai Telesar V
Talinews.com, Jepang – Ilmuwan robotik Jepang menciptakan robot yang mirip seperti dalam film science fiction Hollywood, Avatar. Robot tersebut dinamakan Telesar V, dimana mimik dan gerakannya dikontrol oleh manusia yang mengenakan perangkat kontrol khusus.

Bentuk Telesar V hampir sama dengan robot lain. Bedanya, peran manusia sangat dibutuhkan untuk menggerakkan robot ini, sedangkan robot lain hanya dijalankan melalui program komputer saja tanpa mengikutsertakan keterlibatan manusia.

Gerakan robot haruslah dilakukan oleh manusia dengan menggunakan pelindung kepala, rompi, dan sarung tangan, yang sudah terkoneksi secara langsung dengan robot Telesar V. Sehingga, gerakan robot akan serupa dengan gerakan manusia yang memegang kontrol.

Sensasi 'menjadi' robot digambarkan oleh seorang peneliti bernama Sho Kamuro, yang memegang kendali kontrol dan menggerakkan robot. Menurutnya, saat mengenakan perangkat khusus dan menggerakkan tubuh, ia merasa tangannya berubah menjadi tangan robot.

"Ketika saya menggerakkan kepala, saya mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari yang saya miliki sebelumnya. Ini pengalaman yang aneh, yang membuat Anda berpikir apakah Anda benar-benar sudah menjadi robot," tutur Kamuro seperti dilansir dari Telegraph.

Sarung tangan yang digunakan itu terbuat dari poliester tipis yang dilapisi dengan semikonduktor dan motor kecil, agar memungkinkan pengguna bisa 'merasa' seperti apa yang disentuh oleh robot. Termasuk pula untuk membedakan antara sensasi halus, bergelombang, panas, dan dingin.

Tampilan gambar apa yang dilihat oleh 'mata' robot, akan ditangkap oleh kamera dan muncul dalam bentuk tiga dimensi, di layar video kecil yang terletak di depan mata pengguna. Sedangkan rompi berfungsi dalam gerakan sesuai perintah.

Menurut Profesor Susumu Tachi, insinyur ahli di bidang teknik dan virtual reality di Sekolah Media Disain Pascasarjana Universitas Keio, robot Telesar V diciptakan untuk digunakan dalam situasi yang sangat berbahaya untuk mengirimkan manusia. Seperti, mengatasi kerusakan parah pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

"Tujuan kita adalah untuk membuat robot yang dapat berkerja dalam lingkungan radioaktif. Saya pikir perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, agar robot avatar ini bisa ditugaskan di situasi yang berbahaya bagi manusia, dan melakukan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus yang hampir sama dengan yang dimiliki oleh manusia," katanya.

Penasaran mau melihat seperti apa robot Telesar V difungsikan? Berikut video rekamannya.


(art)

23.31 | Posted in , , , , | Read More »

Please share :