Headlines News :

Sierra Nevada Semakin Tinggi

Talinews.com, Amerika Serikat – Pegunungan indah Sierra Nevada ternyata tidak hanya memiliki ketinggian yang stagnan. Pegunungan seolah memiliki 'nyawa' yang bisa bertambah tinggi, dengan berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Bertambahnya ketinggian itu diketahui dari penelitian yang menunjukkan kenaikan elevasi tahunan antara 1 hingga 2 milimeter, sepanjang rentang 400 mil antara Nevada dan California. Kisaran Sierra Nevada sendiri tumbuh sekitar setengah inci setiap 10 tahun.

Cathedral Rocks, puncak tertinggi di pegunungan Sierra Nevada. Diketahui pegunungan Sierra Nevada mengalami pertambahan ketinggian 0,5 inci per 10 tahun. (Foto: Guardian)
Ilmuwan yang melakukan penelitian itu dari laboratorium geodesi Reno, Universitas Glasgow, Inggris. Penelitian menggunakan kombinasi data GPS dan ruang berbasis radar, yang menghasilkan keakuratan data dan kondisi baru dari yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Hal yang menarik adalah kita dapat menyaksikan berbagai pertumbuhan pegunungan secara real time," kata Bill Hammond, pemimpin penelitian dari proyek multi tahunan di Universitas Nevada, seperti yang dilansir dari Guardian, Senin (7/5).

Data sebelum tahun 2000 bisa kita lihat akurasinya yang lebih baik, dimana mengalami penambahan ketinggian 1 milimeter per tahun. Mungkin perubahan ini sangat kecil yang diukur dengan menggunakan satelit di ruang angkasa.

Penelitian ini didanai oleh National Science Foundation dan NASA, bersama dengan Natural Environment Research Council di Inggris.

Hammond mengatakan, temuan itu akan diterbitkan pada bulan Juli dalam jurnal Geology, dan dapat membantu menyelesaikan perdebatan aktif mengenai usia Sierra modern di California dan Nevada.

Sierra Nevada membentang dari 10.000 kaki di utara sekitar Danau Tahoe ke puncak tertinggi di benua Amerika 400 km sebelah selatan gunung Whitney sekitar 14.500 kaki.

"Dikombinasikan dengan stasiun GPS yang lebih, dan data radar lebih, untuk mendeteksi gerakan dalam bumi ini menjadi lebih tepat. Kita bisa melihat gerakan mantap dan konstan dari Sierra, selain peristiwa episodik seperti gempa bumi," ujar Hammond.

Ia mengatakan sejarah elevasi Sierra adalah kompleks dan proses pengangkatan "yang cukup unik di Bumi". Ini menunjukkan fitur dari kedua elevasi kuno, yang sama tuanya dengan 40 juta tahun, dan elevasi yang relatif muda untuk jangka waktu kurang dari 3 juta tahun lalu.

"Data kami menunjukkan bahwa pengangkatan adalah aktif dan bisa dihasilkan di seluruh rentang dalam waktu kurang dari 3 juta tahun, yang masih muda dibandingkan dengan perkiraan didasarkan pada beberapa teknik lain. Ini berarti bahwa proses terbaru pengangkatan masih berlangsung," pungkasnya. (art)

21.44 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Foto 'Jamur Awan' Menang Di Kontes Sony Photography Awards 2012

Talinews.com, Amerika Serikat – Fenomena alam sangat menarik dan menakjubkan. Pemandangan yang disuguhkan fenomena alami di bumi ini sangat sayang untuk dilewatan begitu saja, tanpa direkam dalam bidikan kamera. Kejadian mengagumkan itu bisa dilihat di Sony World Photography Awards 2012, yang memilih foto bidikan Mitch Dobrowner sebagai pemenang kontesnya.

Jamur awan yang disebut badai supercell. Foto ini diambil oleh fotografer Mitch Dobrowner di Dundee, Texas. (Foto: Dailymail)
Karya yang dihasilkan oleh fotografer seni Mitch Dobrowner bisa dikatakan sangat spektakuler. Ia berhasil mengalahkan sekitar 12.000 peserta dari 171 negara, yang turut serta mengikuti kontes fotografi dunia yang digelar Sony.

Fotografer Dobrowner adalah pemenang "L'Iris d'Or" untuk hasil foto-fotonya yang dramatis dengan nuansa hitam-putih.  Ini adalah foto cuaca yang diambil Dobrowner di dataran Amerika Selatan.
Mitch Dobrowner begitu ahli dalam merekam kejadian fenomena alam berupa foto hitam-putih, sehingga bisa menyuguhkan gambar dramatis mengenai momen dari kondisi cuaca alam. Berlokasi di Dundee, Texas, foto landscapes bidikannya memenangkan penghargaan L'Iris d'Or untuk fotografer profesional.

Badai spektakuler seperti ini biasanya berhubungan dengan tornado yang umum terjadi di Texas dan negara bagian selatan AS, yang dapat menyebabkan kerusakan luar biasa.
Satu foto menakjubkan milik Mitch DObrowner itu adalah 'jamur awan', dimana gambar menunjukkan awan tebal dilangit terlihat seperti bentuk jamur raksasa yang mengerikan. Berdasarkan berita yang dilansir dari Dailymail, Rabu (2/5), fenomena alam ini biasanya disebut badai supercell.

Foto ini merupakan salah satu karya Dobrowner dari 12.000 foto yang masuk dari 171 negara yang ikut ambil bagian dalam kontes.
Foto-foto Dobrowner ini ditampilkan di Somerset House, London, sampai tanggal 20 Mei.
Badai supercell ini terjadi ketika uap air naik membentuk gerakan berputar konvektif di dalam awan. Badai ini biasanya berhubungan dengan kondisi cuaca buruk seperti tornado, yang umun terjadi di Texas dan negara bagian selatan Amerika Serikat. Kerusakan alam bisa terjadi akibat adanya badai ini. (art)

16.20 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Jamur Pemakan Plastik Ditemukan Di Amazon

Talinews.com, Amerika – Sampah merupakan permasalahan yang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan bila tidak ditanggulangi sedini mungkin. Apalagi, bila sampah terbuat dari plastik yang sulit didegradasi (diurai).

Penelitian dan percobaan di laboratorium terus dilakukan oleh para ilmuwan, agar bisa menemukan cara untuk mengatasi permasalahan mengenai sampah. Hasilnya, ditemukan jamur yang bisa 'memakan' plastik, yang berasal dari hutan hujan tropis di Amazon, Amerika.
Seorang mahasiswa Universitas Yale sedang melakukan penelitian di hutan hujan tropis Amazon (Foto:Dok. Mashable.com)
Jamur itu termasuk dalam genus Pestalotiopsis microspora dan telah diteliti oleh profesor dari Universitas Yale, dan hasil penelitiannya dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology.

Mahasiswa juga diajak ikut berperan serta dalam penelitian, dengan cara dibagi ke dalam kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk mencari tanaman dan melakukan kultur jaringan terhadap tanaman tersebut. Penelitian ini sendiri dirancang sebagai ekspedisi hutan hujan Universitas Yale, dan pendidikan penelitian laboratorium bagi para mahasiswanya.

Berdasarkan berita yang dilansir dari Mashable, hasil penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dan profesor di Yale menunjukkan bahwa dua isolat Pestalotiopsis microspora yang berbeda, memiliki kemampuan untuk mendegradasi dan memanfaatkan polyester polyurethane (PUR).

PUR sendiri merupakan sampah plastik yang biasanya berupa sisa industri dan sampah rumah tangga. Jamur memanfaatkan PUR sebagai sumber karbon tunggal dalam pertumbuhan anaerobik (tanpa oksigen). Hasil penelitian itu diharapkan bisa menjadi solusi baru dalam mengatasi permasalahan sampah. (art)

10.14 | Posted in , , | Read More »

Please share :