Headlines News :

Fosil Tunjukkan Dinosaurus Menderita Arthritis 150 Juta Tahun Lalu

Talinews.com, Inggris – Penyakit arthritis ternyata tidak hanya dialami oleh manusia. Berdasarkan pengamatan pada fosil dinosaurus yang berusia 150 juta tahun lalu, ilmuwan menemukan bukti dinosaurus telah menderita penyakit ini.

Dengan rahang yang besar dan gigi sepanjang 20 cm, Pliosaurus mampu merobek sebagian besar reptil laut atau jenis dinosaurus lainnya, tapi sayangnya ini individu tertentu yang merupakan korban penyakit radang sendi (Foto: Dailymail)
Berdasarkan berita yang dilansir dari Dailymail, Selasa (15/5), fakta ini ditemukan oleh tim peneliti dari Universitas Bristol, yang untuk pertama kalinya mengungkapkan dinosaurus menderita radang sendi yang menyakitkan di sendi besarnya.

Peneliti menemukan tanda kondisi degeneratif yang mirip dengan penyakit arthritis pada manusia, yang diperoleh dari bagian rahang pliosaurus, yakni reptil laut purba yang diperkirakan hidup sekitar 150 juta tahun yang lalu.

Hasil penemuan ini menandai pertama kalinya bentuk seperti penyakit arthritis, telah ditemukan pada fosil reptil dinosaurus. Tim ilmuwan dari Bristol itu melakukan pemeriksaan spesimen raksasa dari pliosaurus, dimana hewan purba ini hidup di periode awal dinosaurus, yang fosilnya ditemukan di Westbury, Wiltshire.

Dr Judyth Sassoon seorang ilmuwan di Universitas Bristol berpose dengan rahang bawah dari Pliosaurus
Pliosaurus memiliki ukuran tinggi delapan meter. Hewan purba ini memiliki kepala besar yang mirip buaya, leher pendek, mirip tubuh paus, dan empat sirip yang kuat berfungsi untuk mendorong tubuh melalui air.

Hewan perba ini memiliki rahang besar dan gigi dengan panjang 20cm, yang mampu merobek sebagian besar reptil atau memotong dinosaurus lainnya. Tetapi, rahang itu seperti menderita penyakit arthritis. Hal ini menyebabkan rahang kiri menjadi terkikis, dan menggusur rahang yang lebih rendah ke satu sisi.

Dinosaurus ini diyakini telah menderita dengan kondisi tersebut selama bertahun-tahun, yang membekas di tulang rahang bawah, dimana gigi dari rahang atas terkena dampaknya selama menyusui.

Menurut Dr Judyth Sassoon dari Universitas Bristol yang mempelajari kerangka, dengan cara yang sama bahwa pertambahan usia manusia meningkatkan kemungkinan rematik pinggul. Fosil tua ini juga mengalami rematik rahang, dan bertahan dengan ketidakmampuannya untuk beberapa waktu.

"Tapi suatu fraktur yang tak tersembuhkan pada rahang menunjukkan bahwa pada beberapa waktu rahang melemah dan akhirnya pecah. Dengan rahang patah, pliosaurus tidak akan mampu untuk memberi makan, dan satu kecelakaan terakhir mungkin menyebabkan kematian dirinya," ujar Sassoon.

Sebuah studi baru oleh para ilmuwan di universitas telah menemukan tanda-tanda dari suatu kondisi degeneratif mirip dengan artritis pada manusia di rahang dari Pliosaurus
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa fosil itu adalah betina, yang mengembangkan kondisi tersebut sebagai bagian dari proses penuaan, seperti kebanyakan yang terjadi pada manusia. Ukuran pliosaurus besar dan penyatuan tulang tengkorak menunjukkan kematangan, dengan puncak tengkorak yang cukup rendah.

Pliosaurs diperkirakan merupakan predator, memakan ikan, cumi-cumi, dan reptil laut lainnya, tetapi juga mampu mencari mangsa dengan cara menggali tanah. Dalam rantai makanan, hewan ini berada di tingkat atas. Sehingga, hanya akan menangkis serangan dari pliosaurus lainnya.

Menurut Profesor Mike Benton, kepala laboratorium proyek penelitian menambahkan, Anda dapat melihat jenis-jenis cacat pada hewan hidup, seperti buaya atau ikan paus. Hewan-hewan ini dapat bertahan selama bertahun-tahun, selama mereka masih bisa makan. (art)

13.23 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Arkeolog Temukan Kerangka Homoseksual Dari Zaman Batu

Talinews.com, Republik Ceko – Manusia homoseksual (gay) atau pria yang dominan berkepribadian kewanita-wanitaan ternyata sudah ada sejak zaman batu. Informasi ini diperoleh berdasarkan hasil temuan para arkeolog terhadap kerangka manusia zaman batu di desa prasejarah, yang ditemukan di sebuah desa dekat Praha, Republik Ceko.

Arkeolog Republik Ceko menemukan apa yang mereka yakini sebagai manusia gua pertama di dunia yang memiliki orientasi seksual yang berbeda pada masa hidupnya. Kerangka pria tersebut diyakini adalah homoseksual tertua di dunia.! (Gambar: Dailymail)
Berdasarkan berita yang dilansir dari Dailymail, Rabu (9/5), kerangka manusia gua homoseksual pertama itu diyakini berusia hampir 6.000 tahun. Kerangka itu ditemukan dikubur dengan cara yang sama untuk penguburan seorang wanita dalam kehidupan manusia neolitikum. Cara penguburan kerangka itulah, menurut para arkeolog, menunjukkan bahwa orang yang dikubur memiliki orientasi seksual yang berbeda.

Rumah-rumah yang berbentuk memanjang ditemukan di dekat kuburan yang diyakini menjadi desa dimana manusia homoseksual itu tinggal
Ditemukan pula struktur pendukung rumah panjang berupa kayu yang merupakan ciri khas  dari periode Neolitikum.
Kerangka ini ditemukan di pinggiran kota Praha dengan kepalanya menghadap ke arah timur dan dikelilingi oleh kendi. Ritual pemakaman seperti ini menjadi tidak biasa karena umumnya pria dikubur dengan senjata, palu dan pisau dari batu.
Menurut direktur penggalian dari Czech Archaeological Society, Radek Baly, timnya telah berhasil menggali struktur pendukung kayu yang disebut rumah panjang, khas dari zaman neolitikum.

"Kerangka itu awalnya ditemukan tahun lalu, dengan serangkaian petunjuk yang menyebabkan para ahli percaya bahwa kuburan itu adalah kuburan seorang pria homoseksual. Kerangka itu ditemukan selama penggalian di Republik Ceko, dengan perkiraan tahun antara 2900 dan 2500 Sebelum Masehi (SM)," katanya.

Di duga sebagai desa di zaman Neolitikum,
berada di dekat situs penggalian manusia homoseksual
Menurut Baly, selama periode itu, seorang laki-laki secara tradisional dimakamkan dengan cara berbaring di sisi kanan, dengan kepala menghadap ke barat. Sedangkan wanita akan dimakamkan dengan cara berbaring di sisi kiri dan kepala menghadap ke timut.

Dalam penggalian tersebut, arkeolog mendapatkan kerangka laki-laki itu dimakamkan di sisi kiri dengan kepala menghadap ke barat. Petunjuk lain yang membuat para arkeolog semakin memperkuat dugaannya adalah laki-laki cenderung dikebumikan bersama senjata, palu, dan pisau dari batu, serta beberapa porsi makanan dan minuman di sisi lain kerangka.

Sedangkan wanita akan dimakamkan bersama kalung yang terbuat dari gigi, hewan peliharaan, anting-anting tembaga, kendi khas, dan pot berbentuk telur yang diletakkan dekat dengan kaki kerangka. Nah, kerangka manusia homoseksual zaman batu itu ditemukan hanya dimakamkan dengan kendi rumah tangga dan tanpa ada satu pun senjata.

Para arkeolog beranggapan bahwa hal itu bukanlah suatu kesalahan atau kebetulan, mengingat kebiasaan adat yang dilakukan dalam pemakaman sangatlah penting dilaksanakan pada periode tersebut.

"Dari sejarah dan etnologi, kita tahu bahwa orang-orang dari periode ini mengambil upacara pemakaman sangat serius sehingga sangat tidak mungkin bahwa posisi ini adalah kesalahan, "kata pemimpin penelitian, Kamila Remisova Vesinova.

Kerangka itu awalnya ditemukan tahun lalu dengan serangkaian petunjuk yang menyebabkan para ahli percaya kuburan itu milik seorang homoseksual
Menurut Vesinova, jauh lebih mungkin adalah bahwa kerangka laki-laki yang ditemukan itu adalah orang dengan orientasi seksual yang berbeda, homoseksual atau waria. Apa yang arkeolog temukan di situ tidak ditambahkan dan sesuai dengan apa yang ditemukan serta dilihat, berdasarkan norma tradisional dan budayanya.

Salah satu artefak dari situs arkeologi di mana manusia gua homosekseual ditemukan, diyakini berasal dari masa neolitikum
Apalagi ditemukan adanya sebuah pot berbentuk oval yang biasanya berhubungan dengan penguburan perempuan, juga ditemukan di kaki kerangka.

Anggota lain dari tim arkeologi, Katerina Semradova, mengatakan bahwa rekan-rekannya pernah menemukan kasus yang sama dan berasal dari periode Mesolitikum, dimana pejuang perempuan dimakamkan sebagaiseorang pria.

Salah satu kendi khas yang ditemukan di sekeliling kerangkaa manusia gua. Biasanya kendi ini hanya ditempatkan di kuburan wanita. Kendi ini menjadi petunjuk manusia gua itu memliliki orientasi homoseksual atau transeksual
Dia menambahkan bahwa dukun Siberia juga dimakamkan dengan cara ini, tapi dengan aksesoris pemakaman yang lebih kaya, yang menunjukkan posisi tinggi mereka di tengah masyarakat.

"Kami percaya penemuan ini adlah salah satu kasus paling awal dari apa yang bisa digambarkan sebagai kerangka waria atau jenis kelamin ketiga di kuburan zaman batu di Republik Ceko," pungkas Semradova. (art)

04.57 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Tubuh Bayi Mammoth Ditemukan Di Siberia

Talinews.com, Siberia – Hewan purba bertubuh besar memiliki belalai dan taring yang panjang, Mammoth, ternyata memang nyata keberadaannya. Hal itu dibuktikan oleh penemuan para peneliti, yang mendapatkan tubuh bayi Mammoth di Siberia.

Bayi mamoth "Yuka" yang ditemukan di Siberia ini di perkiranan hidup 10.000 tahun yang lalu, disini para ahli sedang meneliti mummi dari bayi mamoth. (Dok. Dailymail)
Diperkirakan Yuka berumur dua setengah tahun pada saat mati
Yuka, bayi mamoth yang memiliki bulu pirang, dan ini adalah penemuan pertama di dunia
Rambut yang panjang hanya tersisa di bagian kaki. Sedangkan belalainya yang panjang, masih utuh tak terpotong. Belalai itu menyerupai yang ada pada gajah, hanya yang membedakan adalah rambut panjang di sekujur tubuh Mammoth.

Tubuh bayi Mammoth itu merupakan yang pertama kalinya ditemukan oleh para ilmuwan, setelah sekian lama memprediksikan kemungkinan mengenai keberadaan hewan itu di bumi. Menurut para ilmuwan, bayi Mammoth yang ditemukan itu kemungkinan bekas buruan manusia yang lapar dan dirampas dari mulut singa, sekitar 10 ribu tahun yang lalu.

Mamoth Yuka yang berbulu ini memiliki tinggi yang setara dengan gajah afrika
Dugaan tersebut disimpulkan ilmuwan berdasarkan pada potongan luka yang teratur yang disebabkan oleh irisan manusia, dan luka serangan singa di tubuh bayi Mammoth yang dinamakan 'Yuka' oleh para ilmuwan.

"Ada bukti yang dramatis, yang menunjukkan perjuangan hidup dan mati si Yuka yang diserang oleh beberapa predator puncak, yang kemungkinan dilakukan oleh singa," ujar Profesor Daniel Fisher, pakar ilmu bumi dan lingkungan dari Universitas Michigan, seperti yang dilansir dari Dailymail, Rabu (4/4).

Yuka yang telah diawaetkan dengan kondisi yang sangat baik
'Yuka' ditemukan pertama kali oleh para pemburu Siberia dan diserahkan kepada organisasi yang meneliti mengenai Mammoth. Saat diburu, 'Yuka' diperkirakan masih berusia dua tahun, dan sudah terkubur selama 10 ribu tahun.

Sebagian besar jaringan lunak di tubuh 'Yuka' yang masih utuh disebabkan oleh pengawetan alami oleh kondisi dingin yang tetap. Penemuan ini memberi angin segar bagi para peneliti, untuk mengetahui lebih jauh mengenai hewan purba yang diperkirakan hidup di zaman es itu.

Penemuan Yuka ini akan dicatat sebagai bagian film dokumenter BBC, Mammoth.
Menurut Kevin Campbell, ketua asosiasi professor di Universitas Manitoba, penemuan itu adalah sangat langka dan memiliki makna besar. Karena, selama ini sisa-sisa tubuh Mammoth yang ditemukan hanya berbentuk tulang dan retakan gading. (art)

02.50 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Gunung Padang Lebih Tua Daripada Machu Picchu

Sopyan Hariwijaya/Fotokita.net
Situs prasejarah Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kembali menjadi bahan perbincangan. Karena beberapa pihak mengklaim ada bangunan yang tertimbun di bawah situs megalitik tersebut.

Namun, di luar kontroversi mengenai kebenarannya, situs prasejarah Gunung Padang sangatlah menarik diliat dari tinjauan arsitektur. Bentuknya yang berundak mengindikasikan adanya peradaban tinggi di zaman nenek moyang bangsa Indonesia.

Menurut anggota tim peneliti situs Gunung Padang, Pon S Purajatnika, situs ini didirikan pada tahun 2500 SM-1000 SM. Menjadikannya situs yang lebih tua dibanding bangunan Machu Picchu di Peru, Amerika Selatan, yang berdiri sekitar tahun 1460-1470 Masehi.

"Lima abad setelah situs Gunung Padang berdiri, barulah ada Machu Picchu di Peru. Bangunan ini memakai metode dan pilihan lokasi yang sama," kata Pon dalam acara diskusi 'Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional' di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (7/2).

Situs Gunung Padang terletak di antara dua kampung: kampung Gunung Padang di timur dan kampung Cipanggulan di sebelah barat. Bangunan berundak ini pertama kali ditemukan warga di tahun 1979 di ketinggian 885 meter di atas permukaan laut. Seperti dikatakan Pon, Machu Picchu di Peru juga berdiri di lokasi yang sama yakni di atas dataran tinggi sekitar 2.430 meter di atas permukaan laut.

(Machu Picchu/Robert Clark)
Salah satu arkelog Gunung Padang, Lutfi Yondri, menyebutkan, jika situs itu merupakan punden berundak yang dibangun dari batuan vulkanik yang berbentuk persegi panjang, terdiri dari balok-balok batu. Balok tersebut masuk dalam kelompok batuan beku andesit berwarna hitam, berkristal halus sampai sangat halus, masif, kompak, keras, dan sebagian permukan batuannya telah mengalami pelapukan yang ditandai mineral berwarna kuning kecoklatan.

Secara keseluruhan konstruksi punden berundak Gunung Padang terdiri dari lima teras yang masing-masingnya mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Teras pertama merupakan teras terbawah mempunyai ukuran paling besar yang kemudian berturut-turut sampai teras kelima ukurannya makin mengecil.

"Teras pertama untuk masyarakat dan upacara pengorbanan, teras kedua untuk pimpinan dan terdiri dari lima tempat duduk," kata Pon yang juga mantan Ketua Himpunan Arsitektur Jawa Barat.

Sedangkan pada teras ketiga ada lima bangunan yang merupakan kelompok batu tegak. Teras keempat terdapat tiga bangunan lagi yang terletak di bagian timur laut teras. Terakhir, teras kelima dianggap paling suci, terletak di bagian paling ujung tenggara dan jadi teras tertinggi.

"Bangunan Gunung Padang menunjukkan betapa dia bisa bertahan dari berbagai bencana hingga sekarang,. Masyarakat di masa itu sudah arif bijaksana dalam menyusun bangunan yang ada," kata Pon lagi.

Sumber : Nationalgeographic.Co.Id

17.22 | Posted in , | Read More »

Please share :